Postingan

Melihat Situs Sejarah Benteng Putri Hijau, Sisa Peninggalan Kerajaan Aru di Sumut

Jakarta - Sumatra Utara (Sumut) dikenal memiliki pesona keindahan alam yang luar biasa. Namun, daerah ini juga menyimpan sejarah kebudayaan yang sangat kaya. Terdapat beragam situs peninggalan sejarah di masa lalu yang ada di daerah ini. Tak sedikit dari situs-situs tersebut yang juga dijadikan sebagai daya tarik pariwisata. Salah satunya yang saat ini sedang dalam penataan ulang dan pelestarian oleh Pemerintah setempat ialah situs Benteng Putri Hijau, yag ada di Kabupaten Deli Serdang. Situs ini merupakan salah satu lokasi sejarah yang menjadi cagar budaya di Sumut. Benteng ini diketahui merupakan peninggalan sejarah dari Kerajaan Aru yang berkuasa pada abad ke-13. Namun, saat ini situs tersebut tinggal tersisa sebagian kecil, lantaran sudah banyak yang berubah menjadi pemukiman warga dan pertokoan. Berikut fakta menarik dari situs Benteng Putri Hijau selengkapnya.   Pusat Kerajaan Aru Melansir dari laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menurut beberapa inf...

Mitos yang Menghatui Kampung Kaputihan di Cirebon, Warga Dilarang Bangun Rumah Menggunakan Semen

Cirebon -  Ada pemandangan unik jika kita berkunjung ke Kampung Kaputihan di Desa Kertasari, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Seluruh rumah warga di kampung ini masih menggunakan bahan bangunan tradisional hingga sekarang. Saat ini ada 16 rumah warga setempat yang masih terbuat dari bilik bambu dan atap daun. Menurut tokoh setempat bernama Endang Yusuf, keputusan warga Kaputihan membangun rumah dari bilik bambu dan daun bukan disebabkan faktor ekonomi. "Iya jadi ini ceritanya bermula dari zaman dulu banyak warga di sini memang tidak ada yang membangun rumah menggunakan tembok atau sperm karena mempertahankan tradisi masa lalu," terang Endang. Melansir video clip yang diunggah di channel Youtube Kanal Koela, berikut alasan dan sejarah warga Kampung Kaputihan tak membangun rumah dengan tembok permanen. Melaksanakan Petuah Leluhur Endang mengatakan jika keputusan warga membangun rumah dengan bilik bambu, kayu, dan atap daun tersebut merupakan upaya menjalankan petu...

Mengenal Tris Yuwono (Lie Sah Ju), Pahlawan Yang Bertugas Pada Operasi Dwikora Sepanjang Mudanya

Jakarta - Berperawakan tinggi tegap, Trisno Yuwono (77) merupakan veteran yang pernah berjuang untuk mempertahankan kedaulatan Indonesia. Pria keturunan Tionghoa yang bernama asli Lie Sah Ju itu rela menghabiskan masa mudanya untuk bertugas pada operasi Drunk driving Komando Rakyat (Dwikora), di sepanjang perbatasan Indonesia-Malaysia. Tepatnya di Riau sekitar tahun 1965. Dia bertugas sebagai mata-mata atau telik sandi di perbatasan kepulauan Riau. Tanggung jawab yang diemban Trisno adalah melaporkan atasannya ketika melihat tentara sekutu melintas dengan kapal di perairan Indonesia. Kemudian ia memberi kode kepada sekutu itu untuk tidak mendekat. Sebagai bekal persenjataannya, ia menenteng senapan mesin ringan dengan peluru 0,9 milimeter yang dilengkapi dengan rentengan peluru tajam pada pinggangnya. Selain itu ia dibekali oleh satuannya berupa gun. "Pas konfrontasi Dwikora, saya diberi tugas memata-matai pergerakan orang-orang yang dicurigai sebagai musuh,...

Pusaka Kyai Pleret, Ialah Keris Peninggalan Kerajaan Mataram Islam

Jakarta - Kyai Pleret merupakan salah satu pusaka milik Keraton Yogyakarta. Melansir dari Kemdikbud.go.id, pusaka ini dipercaya memiliki kekuatan magis. Bahkan, pusaka keris ini sudah ada sejak Kerajaan Mataram Islam belum berdiri. Konon keris ini tercipta pada zaman Syekh Maulana Maghribi. Waktu itu dia tengah beristirahat di danau setelah berkelana di hutan. Tak jauh dari tempatnya beristirahat, ada seorang gadis bernama Rasawulan sedang mandi. Merasa dirinya diintip, Rasawulan mendatangi Maulana Maghribi dan memarahinya. Anehnya, sejak kejadian itu dia tiba-tiba hamil. Merasa tidak berbuat macam-macam, Maulana Maghribi bersumpah dengan memotong alat kelaminnya bahwa dia tidak menghamili Rasawulan. Setelah diputus, kelamin itu berubah menjadi pusaka yang kemudian dinamai Kanjeng Kyai Pleret. Seiring waktu, pusaka ini diwariskan ke Kerajaan Mataram Islam dari generasi ke generasi. Lalu bagaimana perjalanan pusaka itu dari waktu ke waktu? Berikut selengkapnya: Pewarisan Pusaka Kyai Ple...

Karena Menghina Raja, 3 Orang Aktivis Lingkungan di Kamboja di Tangkap dan di Dakwa

Phnom Penh -  Pengadilan di Kamboja mendakwa tiga aktivis lingkungan dengan rencana melawan pemerintah dan menghina raja. Tiga anggota kelompok Nature itu ditangkap setelah mendokumentasikan pembuangan limbah ke sungai Tonle Sap di Phnom Penh. UU penghinaan terhadap raja ini relatif baru dan belum jelas bagaimana aktivis ini melanggar UU tersebut. Dilansir BBC, Selasa (22/6), tiga aktivis ini terancam hukuman lima dan 10 tahun penjara. Kejaksaan menyampaikan kepada Reuters, bukti yang dikumpulkan polisi mengarah ke penghinaan kepada raja. Namun mereka tidak menjelaskan secara tepat bagaimana para aktivis melanggar UU ini. Para pengkritik telah memperingatkan bahwa UU yang diajukan pada 2018 ini bisa dimanfaatkan untuk alat pembungkaman perbedaan pendapat. Ketiga aktivis yang ditangkap yaitu Sun Ratha (26 ), Ly Chandaravuth (22 ), dan Yim Leanghy (32 ), semuanya merupakan anggota kelompok Mother earth. Mereka ditangkap pada 16 Juni saat mendokumentasikan pembungan limbah ke sungai ...

Badan Inteligen Turki Menangkap Keponakan Fethullah Gulen yang Menentang Erdogan

Ankara -  Telik sandi atau mata-mata Turki menangkap seorang keponakan Fethullah Gulen, tokoh penentang Presiden Recep Tayyip Erdogan di Kenya. Kabar itu disampaikan media dan keluarga korban dua hari lalu. Media pemerintah Turki, Anadolu, melaporkan Salahuddin Gulen dibawa kembali ke Turki oleh anggota intelijen (MIT). Laporan itu mengutip sumber keamanan yang enggan diketahui namanya dan tidak menyebut di mana dia ditangkap. Dalam sebuah video yang diunggah ke media sosial pada 20 Mei, istri Salahuddin membenarkan dia dan suaminya tinggal di Kenya dan dia tidak mendengar kabar apa pun dari suaminya yang mengajar di sebuah sekolah di Nairobi sejak 3 Mei. Sejumlah kalangan dan media menduga Salahuddin "diculik" di Kenya. Salahuddin Gulen dituduh sebagai pemilik "organisasi teroris FETO", istilah Ankara untuk menyebut gerakan Fethullah Gulen. "Kami akan segera mengumumkan penangkapan seorang tokoh penting FETO. Dia kini sudah di tangan kami," ujar Erdogan 1...

Presiden Amerika Serikat Joe Biden "sangat prihatin dengan kekerasan yang terus meningkat" Ethiopia

Washington DC -  Beberapa hari setelah Amerika Serikat mengumumkan sanksi finansial dan larangan visa bagi para pejabat Ethiopia dan Eritrea, saksi mata mengatakan kepada CNN, ratusan pemuda dikumpulkan dari sejumlah kamp pengungsi di Kota County, Tigray pada Senin malam. Saksi yang enggan diketahui identitasnya mengatakan kepada CNN tentang bagaimana tentara Ethiopia dan Eritrea menyerbu sedikitnya dua pusat pengungsian kemudian memukuli dan menyiksa warga Tigray. Konflik di Ethiopia ini diyakini sudah membunuh ribuan warga sipil sejak November tahun lalu. Saksi mengungkapkan tentara membawa pergi ratusan orang dari pengungsian. Menurut penuturan saksi, empat kendaraan militer mengepung kamp pengungsian Adi Wenfito dan Tsehay kemudian mereka mengumpulkan para pemuda, memaksa mereka naik ke dalam bus dan membawa mereka ke sebuah lokasi yang diyakini berada di pinggiran County. Ketika tentara menyerbu sekolah yang dijadikan pengungsian, saksi mendengar mereka berteriak, "Kita liha...